Posts

HIKAYAT PERANG SABIL ‘.

Image
Bala tentara kolonial Belanda pada tanggal 26 Maret 1873 menyampaikan manifesto perang kepada Kerajaan Aceh, karena ultimatum yang berisi tuntutan agar Aceh mengakui kedaulatan Belanda tidak mendapat jawaban yang memuaskan, maka Belanda pada tanggal 8 April 1873 mulai menyerang. Armada laut Belanda yang terdiri dari enam buah kapal uap, lima buah kapal layar, lima buah kapal barkhas, delapan buah kapal peronda, enam buah kapal pengangkut, dua buah kapal angkatan laut, satu buah kapal komando, dibawah komando Jenderal J.H.R. Kohler mendaratkan kekuatan angkatan bersenjatanya di pantai Aceh besar. Seri Paduka Bangta Muda Tuanku Hasyim menyerukan agar ‘Tanah Aceh’ dipertahankan matia-matian, meskipun tinggal sampai sebesar nyiru sekalipun. Kepada masyarakat Aceh disampaikan melalui pelbagai jalur komunikasi yang ada mengenai sebab-musabab ketegangan yang disebabkan oleh serangan pihak Belanda, serta cara-cara mengatasinya. Jalan yang ditempuh untuk mengatasi ketegangan ialah dengan berte...

Hidup Berawal dari Mimpi - Bondan Prakoso

Image
yo’ kujelang matahari dengan segelas teh panas di pagi ini ku bebas, karna nggak ada kelas di ruang mata ini kamar ini srasa luas letih dan lelah juga, lambat lambat terkuras teh sudah habis, kerongkongan ku pun puas mulai ku tulis semua kehidupan di kertas hari hari yang keras, kisah cinta yang pedas perasaan yang was was, dan gerakku yang terbatas tinta yang keluar dari dalam pena berirama dengan apa yang kurasa dalam hati ini ingin kuubah semua kehidupan monoton penuh luka putus asa Reff tinggalkanlah gengsi, hidup berawal dari mimpi gantungkan yang tinggi, agar semua terjadi rasakan semua, peduli ‘tuk ironi tragedi senang bahagia, hingga kelak kau mati yo’ yo’ dunia memang tak selebar daun kelor akal dan pikiran ku pun tak selamanya kotor membuka mata hati demi sebuah cita-cita mlangkah pasti, pena dan tinta berbicara tetapkan pilihan tuk satu kemungkinan sbagai bintang hiburan, dan terus melayang tak heran ragaku, terbalut lebel mewah cerminan seorang raja dalam crita Cindere...

Sahabat Gw dan Produk Yahudi L.A

Image
Menarik! Gw selalu mengikuti apa yang ada di kepalanya dan apa yang selalu dia lakukan tentang berbagai Israeli's products dan branded yang sudah gampang ditemukan di kehidupan sehari-hari. Gak penting rasanya kalo gw harus nyebutin identitas, karena esensinya justru ada pada sikapnya. Sikap Umum Selama ada substitusinya dan bukan merupakan barang primer tak tergantikan, tidak ada alasan untuk mengkonsumsinya. Sifat kemewahan yang melekat pada produk Israel justru malah membuat dia tidak termotivasi dan makin memandangnya hina. Jangan pernah berfikir dia tidak mampu membeli, karena penghasilannya di atas rata-rata karyawan Jakarta. Ketika dihadapkan pada pilihan barang Yahudi yang (umumnya lebih terkesan prestise) dengan barang lokal (yang lebih murah), simpel dia memutuskan: 'Jauh lebih baik membantu ekonomi kerakyatan daripada membantu Yahudi membeli peluru untuk ditembakin ke sodara-sodara gw'. Saat dia harus, mau tak mau, memanfaatkan Israeli's related produ...

Ya Syaikh ..Kemewahan Bukan Cita-Cita Kami!

Image
Oleh : Farid Nu'man Mukadimah Dalam sebuah perjalanan kami bersama beberapa Ikhwah, ada perbincangan menarik. Salah seorang Al Akh bertanya, akhi, berapa penghasilan Antum sebulan dari mengajar? Ikhwah tersebut tersenyum dan malu menjawabnya. Namun, ketika ditanya lagi dengan nada bergurau, ia pun menjawab, 150 ribu sebulan. Inilah ikhwah kita, kader da’wah yang memiliki banyak kelompok halaqah. Ada lagi, Ikhwah yang pernah kami temui, ia aktifis dan banyak amanah Da’wah yang dia emban. Ia hanya berpenghasilan tidak sampai 300 ribu rupiah dari membuat minuman penghangat badan, wedang jahe. Itulah ikhwah kita, mereka hidup dipelosok. Namun, kami kira mereka juga ada disekitar kita, saudara kita di halaqah, di wilayah da’wah kita, bahkan ia mungkin kita sendiri. Tetapi mereka tidak mengeluh, tidak lemah, dan Allah Ta’ala mencintai orang-orang yang sabar. Syahdan,di kota besar ada pula ikhwah daiyah yang hidupnya lebih dari cukup, bahkan sangat-sangat lebih. Itu baik dan tida...

Pandangan Ust Anis Matta LC, Terhadap Harta

Image
Ust. Anis Matta, Lc Bismillahirrahmaani rrahiim Ikhwan dan Akhwat sekalian, Alhamdulillah kita dipertemukan oleh Allah di pagi hari ini, walaupun kemarin saya ragu-ragu, apakah saya bisa hadir hari ini atau tidak. Istri saya sakit demam berdarah dan dirawat di rumah sakit hingga hari ini. Alhamdulillah, hari ini ada perbaikan sedikit dan bisa ditinggal. Selain itu, rasanya sudah rindu sama antum semuanya karena cukup lama tidak kesini. Sebenarnya saya punya rencana kunjungan ke sini pada bulan Januari yang lalu dalam rangkaian jaulah ke 13 DPW bersama 13 pengurus Bidang Kaderisasi dan Bidang Pembinaan Wilayah. Rencana itu dibatalkan karena saat itu sedang musim pesawat jatuh, jadi ada 8 DPW yang kita pending perjalanannya termasuk ke kota Pekan Baru ini. Ikhwah sekalian. Pagi ini kita bicara tentang uang. Sudah lama sekali saya mengusulkan bagian kurikulum di departemen kaderisasi untuk memasukkan pokok bahasan tentang uang. Gagasan-gagasan itu mulai muncul ketika saya dahulu berada di...