Posts

Tentang Islam yg ditulis politisi Jerman

Penulis 10 tesis yang mencengangkan tentang Islam ini adalah seorang politikus dari partai CDU (Kristen-Demokrat) yang pernah 18 tahun duduk di parlemen Jerman, namanya Jürgen Todenhöfer. Dia telah membaca seluruh isi Al Quran, lalu kemudian membaca ulang, mengamati dan berpikir. Todenhöfer lalu menulis sebuah buku bertajuk “Feinbild Islam – Zehn Thesen gegen Hass” (Potret Buruk Islam – Sepuluh Tesis Anti Kebencian”), yang terbit di akhir tahun 2011. Berikut ringkasan dari 10 Tesis yang mencengangkan tentang Islam yang ditulisnya 1. Barat Lebih “Brutal“ dari Dunia Islam Todenhöfer, dalam tesis pertama, mengingatkan fakta sejarah yang sering terlupa di dua abad terakhir. Barat jauh lebih brutal daripada dunia Muslim. Jutaan warga sipil Arab tewas sejak kolonialisme dimulai. Atas nama kolonialisasi, Prancis pernah membunuh lebih dari dua juta penduduk sipil di Aljazair, dalam kurun waktu 130 tahun. Atas nama kolonialisasi, ...

SIKAP PERTENGAHAN DAKWAH IKHWAN

(Tanggapan untuk Ustadz Syafiq Reza Basalamah) Oleh: Muhammad Zulifan Baru-baru ini ramai pernyataan Ust Dr. Syafiq Reza Basalamah, ustadz kondang Salafy yang menyebut ISIS lahir dari Jamaah Ikhwanul Muslimin (IM). Dalam ceramahnya yang disiarkan HanTV dan HangFM pada 18 Oktober 2016, ia menyatakan bahwa ISIS dulunya adalah Al-Qaidah. Sedang munculnya Al-Qaidah tidak jauh dari kelompok yang menjadi Ibu dari berbagai kelompok yakni Ikhwanul Muslimin. Sontak pernyataan tersebut mendapat banyak kecaman dari aktivis dakwah di tanah air. Bagi mereka, ikhwan adalah model moderasi dakwah yang melebur ke dalam sistem sosial budaya dan ketatanegaraan. Aktivis dakwah ikhwan senantiasa aktif dalam kegiatan sosial masyarakat hingga banyak yang menjadi anggota parlemen, gubernur dan walikota serta memiliki jariangan organisasi social paling luas. Tentu jauh dari kata ekstrim. Pernyataan ustadz Basalamah ini dinilai bernuansa politis sebab sudah beberapa lama sejak era Raja Abdullah berkuasa, Ar...

PERJALANAN MENCARI KEBENARAN

(tulisan inspiratif Eka Pratama Alumni Mesin ITB 2002. Bismillaahirrahmaanirrahiim… Saya bukan ustadz. Saya hanya seorang "truth seeker" yang suka menulis. Semoga Allah meluruskan niat saya menulis hanya karena Allah, dan bukan karena yang lain. Tulisan ini pun request dari seseorang (yang dekat) yang bertanya pada saya mengenai temannya, yang memiliki pertanyaan unik mengenai Al-Qur'an. Tentang mengapa ayat Al-Qur'an sering kali sulit dimengerti? Mengapa ayat-ayat nya seperti meloncat-loncat dan tidak tersusun secara sistematis? Bagaimana cara meraih maknanya dengan baik sehingga bisa diamalkan dalam kehidupan kita? Apakah ada pengaruhnya jika kita bisa berbahasa arab dalam mempelajari Al -Quran? Bukankah mampu berbahasa Arab pun belum menjamin seseorang bisa menjangkau makna Qur’an? Mendengar pertanyan-pertanyaan ini seperti dejavu. Teringat pertanyaan-pertanyaan saya sendiri beberapa tahun yang lalu, yang bahkan lebih liar dari ini. Tapi Alhamdulillah......

IMAM HASAN AL-BANNA Mensikapi KHILAFIYAH (Perbedaan) Di Kalangan Umat*

Pendiri jama'ah Ikhwanul Muslimin, Imam Hasan Al-Banna punya sebuah majelis taklim. Majelis ilmu itu dilaksanakan di sebuah masjid pada malam hari. Jama'ah. pengajian itu semakin hari semakin membludak saja. Maklum, tutur kata ustadz muda itu begitu menyentuh jiwa. Suatu hari, Hasan Al-Banna merasakan adanya nuansa aneh di majelis taklimnya. Jama'ah pengajiannya duduk berkelompok. Ada dua kelompok besar. Masing-masing mengambil jarak. Sebelum Hasan Al-Banna memulai acara taklimnya, tiba-tiba sebuah pertanyaan mengejutkannya. Sebenarnya nada pertanyaan itu datar saja, tapi hati Hasan Al-Banna yang begitu peka menangkap sebuah pesan yang besar dalam pertanyaan itu. "Bagaimana pendapat ustadz mengenai tawassul?" Sang guru yang ditanya terdiam sejenak. Ditatapnya si penanya. Disapunya satu per satu hadirin yang menatapnya dengan raut wajah menunggu. "Wahai saudaraku," sapa Hasan Al-Banna jernih kepada si penanya. "Saya yakin engkau tidak hanya berta...

KISAH BARBAROSSA, LAKSAMANA MUSLIM LEGENDARIS KORBAN PROPAGANDA BARAT

Hollywood adalah corong barat dalam melakukan propagandanya untuk mengaburkan sejarah secara tidak langsung kepada generasi Islam. Salah satu pembahasan pada artikel ini adalah Pirates of  The Caribean dimana karakter Barbarossa sebagai Kapten Kapal Black Pearl yang jahat dan Bengis. Malah yang lebih parah Penjelasan produser bahwa Barbarossa adalah Karakter fiksi alias tidak pernah ada. Film Sekuel Propaganda ini telah di produksi sebanyak 5 episode, Pirates of the Caribbean: The Curse of the Black Pearl (2003) Pirates of the Caribbean: Dead Man’s Chest (2006) Pirates of the Caribbean: At World’s End (2007) Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides (2011) PIrates of the Caribbean: Dead Man tell no Tales (20017) Siapakah Captain Barbarossa (Barbossa) yg sering kalah dikerjain Jack Sparrow itu? Ternyata sejarah berkata lain. Sangat jauh dari apa yg di produksi oleh orang-orang kafir di barat sana. Justru Captain Barbarosa adalah Laksamana Islam yang sangat di se...

*PANTAS MEREKA TAKUT*

_Ditulis oleh Budi Ashari,  Lc._ Anak-anak muda yang membahayakan. Para teroris hadir. Sel-sel baru bermunculan. Pengajian-pengajian sumbernya. Masjid pusatnya. Terutama masjid sekolah-sekolah dan kampus. Kumpulan mereka perlu diwaspadai dan diawasi. Lihatlah pola yang menggiring secara bertahap tapi pasti.Hasilnya sangat terlihat. Para orangtua banyak yang khawatir begitu melihat anaknya berubah menjadi baik. Seorang ibu ketakutan saat melihat anaknya liburan dari pesantrennya, karena melihat pakaian putrinya itu sangat rapi menutup aurat sesuai syariat Islam. “Apa anak saya sudah kerasukan pemikiran radikal?” Efek buruk dan jahat ini merasuki otak dan hati para orangtua tanpa disadari. Dan anehnya, para orangtua lebih nyaman melihat anaknya bergaul tanpa batas. Itulah yang dianggap wajar. Mereka senang melihat anaknya menghabiskan waktu untuk melamun, karena dianggapnya sedang puber. Aneh... Dan akhirnya para orangtua tanpa disadari memberi ‘wejangan’...

*OPTIMISME PENGUSAHA MUSLIM TINGKAT TINGGI*

Oleh: Ustadz Salim Segaf Al-Jufri Ingatkah anda cerita heroik penaklukan dua negara super power Romawi dan Persia oleh orang2 Arab yang telah di penuhi cahaya Iman? Kisahnya mirip dengan kemenangan Daud melawan Jalut. Secara akal sepertinya mustahil orang2 Arab mengalahkan kekuatan yang tentaranya ditakuti seluruh bangsa pada saat itu. Hal yg mirip juga terjadi di Jakarta, setahun lalu tidak ada yang berani melawan petahana. Mayoritas mengunggulkan beliau. Namun Qadarullah saat ini sang penguasa dapat takluk dengan banyak cara yang sudah Allah gariskan. Hanya orang2 yang memiliki Iman saja yang meyakini rahasia langit. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Allahu Khoirun Maakiriin.... Saat ini ekonomi Indonesia dikuasai oleh golongan minoritas. Menurut Chairul Tanjung dari 50 orang terkaya hanya 8 orang yang Muslim. Jadi hampir semua barang yang kita konsumsi makin MENGKAYAKAN mereka. Integritas bisnis mereka begitu menggurita. Hampir2 kita tidak bisa menembusnya. ...

Lu Memang Bukan Manusia

Image
Lu mesti tahu, Mamang Tukang Bakso di gang depan, satu mangkok pakai telor, potongan daging ayam, dia jual Rp 10.000. Keuntungan satu mangkok cuma Rp 5.000, setelah untuk belanja, bayar keamanan, dll. Maka, berapa mangkok yang dia harus jual biar punya duit Rp 1.000.000.000? Dia harus jual 200.000 mangkok. Dagangannya kadang ramai, lebih sering sepi. Asumsi dia bisa jual sehari 50 mangkok, itu berarti dia butuh 4.000 hari, baru terkumpul duitnya (itupun kalau dia tabung semua, tidak buat biaya hidup sehari2). Lu juga mesti tahu, Bibi pembantu rumah tangga di Bandung (misalnya), gaji sebulannya Rp 800.000. Maka, berapa bulan dia harus kerja biar dapat duit satu milyar? 1.250 bulan. Lailatul qadr saja cuma 1.000 bulan, dul. Maka, situ enak banget. Duduk di kursi empuk, ruangan ber AC, pakaian rapi, sepatu kinclong. Lantas asyik2 bicara. “Gimana, cuy? Proyeknya 5 trilyun. Kita bagi dua ye. Yang 2,5 trilyun buat ongkos proyeknya betulan. Separuh lagi kita bancakan bareng2. Semua dap...