Posts

hendak kemana engkau, Ramadhan....

tiba mu sesaat saja, pergimu lama nian bagaimana bisa hamba tenang berjalan mencicil langkah kaki jika tak ada kabar..... tentang ibadah-ibadah yang kukerjakan selama Ramadhan ini...diterimakah? tentang infaq dan sedekahku....diterimakah oleh Tuhan kita...? tentang wudhlu yang kubasuhkan setiap saat ke atas kulitku...syahkah? lalu...adakah kabar bahwa Ramadhan yang akan datang aku masih hidup di atas muka bumi ini? adakah jaminan masa depan akhiratku sukses disana? lalu bagaimana nasibnya amalan-amalan buruk yang pernah aku kerjakan dengan sengaja atau tidak apakah mendapatkan ampunan dari Tuhan kita? Ramadhan...akan kemanakah engkau pergi? temani aku menangisi nasib iman-ku yang makin tak menentu setiap hari... dunia yang menghidupi ku saat ini telah membuatku lupa untuk mengingat bahwa aku pasti pulang kekampung halaman abadiku...akhirat Ramadhan...syaithan bersiap-siap mengambil ancang-ancang ketika engkau beranjak menuju hari yang fitri... kami hendak dilumat dala...

Radikalisme Bung Karno, FPI, HTI dan PKS

Kalau saya baca komentar-komentar di media sosial (medsos), banyak orang yang menyatakan bahwa organisasi masyarakat (ormas) atau partai seperti Front Pembela Islam (FPI), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), dan PKS merupakan organisasi Islam radikal yang intoleran, antikebhinekaan dan membahayakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka bilang bahwa Indonesia ini sudah darurat antikebhinekaan karena meluasnya gerakan radikalisme. Sebenarnya penggunaan istilah radikalisme telah melebar, dipersamakan dengan ekstrimisme. Bung Karno dalam tulisannya “Mentjapai Indonesia Merdeka” (Maret 1933) menyatakan bahwa untuk menuju Indonesia merdeka maka harus dipimpin oleh sebuah partai pelopor. “Di antara obor-obornja pelbagai partai jang masing-masing mengaku mau menjuluhi perdjalanan rakjat, massa lantas melihat hanja satu obor jang terbesar njalanja dan terterang sinarnja, satu obor jang terkemuka djalanja, ja’ni obornja kita punja partai, obornja kita punya radikalisme!” Bung Karno selanj...

☣ *Menimbang Jalan Demokrasi. Titik Temu Jihadis dan Demokratis* 📳

An-Najah.net – *Demokrasi adalah jalan darurat. Bukan jalan normal. Demokrasi tidak lahir dari rahim tauhid, tapi dari rahim paganisme.* Demokrasi menolak peran Allah dalam menjaga kedaulatan negara. Demokrasi hanya mau menerima peran manusia. Ia memanjakan manusia, apapun keinginannya akan diakomodasi. Sementara kehendak Allah ditolak, sebaik apapun, jika kehendak mayoritas manusia menolaknya. Tapi masalahnya, demokrasi menjadi realita kekinian umat Islam yang tak bisa ditolak. Kita mewarisinya dari pendahulu, para pendiri negeri ini. Menyalahkan para pendahulu, tak ada gunanya karena realita yang ada tak lantas berubah. Cuci tangan dari Demokrasi begitu saja, sama artinya membiarkan musuh Islam kian leluasa mendominasi kekuasaan dan kita tambah tersudut tak punya peran di tengah umat Islam sendiri. 🎦Demokrasi memaksa kita mengambil pilihan dilematis, mau tak mau harus terlibat dalam pertarungan di panggung yang didesain oleh Demokrasi dan dengan aturan main ala Demo...

Cahaya Shalawat by Raihan

Yaa nabi sallam alaika Yaa rasul sallam alaika Yaa habib salam alaika Sholawatullah alaika Yaa nabi sallam alaika Yaa rasul sallam alaika Yaa habib salam alaika Sholawatullah alaika Ya rasul kau bawa cahaya Penyinar di alam buana bumipun subur kembali Rasa gembira dihati Yaa nabi sallam alaika Yaa rasul sallam alaika Yaa habib sallam alaika Sholawatullah alaika Lahirmu pembawa rahmat Memimpin ke jalan selamat Akhlakmu yang sungguh memikat Contoh untuk seluruh umat Yaa nabi sallam alaika Yaa rasul sallam alaika Yaa habib salam alaika Sholawatullah alaika Mulyanya pengorbananmu Kebaikan yang kau seru Mulyanya pengorbananmu Kebaikan yang kau seru Biarpun halangan menimpa  Namun dirimu tetap tabah Biarpun halangan menimpa  Namun dirimu tetap tabah Yaa nabi sallam alaika Yaa rasul sallam alaika Yaa habib salam alaika Sholawatullah alaika Ya Muhammad yang berjasa Quran dan sunnah lah pusaka Menjadi panduan manusia Untuk hidup aman dan sentosa ...

*MUHASABAH GERAKAN*

*Tragedi Mesir* mengajarkan kita untuk peduli. *Tragedi Suriah* meinspirasi kita untuk punya militansi. *Tragedi Rohingya* membuat kita sadar, bahwa menjadi minoritas sangst mungkin kita tertindas. Setiap tragedi yang menimpa umat ini seharusnya memberi pelajaran berarti. *Dakwah harus dikawal dengan jihad*. Karena ketika dakwah berjalan sendiri, maka dia akan rawan mendapat halangan, disitulah jihad berperan. Tragedi-tragedi ini juga menyadarkan kita bahwa *setiap nyawa muslim harus dibela*. Meski dengan keterbatasan yang kita punya. *Para ibu harus sadar hal ini*. Sehingga menyiapkan anak-anak yang peka pada zamannya. Agama modern melihat kekerasan tak perlu terjadi. *Mereka lupa bahwa kapitalis & imperialis selalu menebar teror di dunia ini*. *Para akhwat muslimah harus sadar politik*. Dunia tak hanya sekedar memilih motif pakaian. Tetapi pertempuran idiologi iman. *Para pemuda harus tahu tantangan zamannya*. Jangan terlalu larut pada urusan cinta. Karena nyawa muslimi...

Kumohon, turunkan Tanganmu Jenderal..

Image
Jika ada yang bertanya siapa tokoh nasional yang paling kukagumi hingga saat ini, dialah orangnya.. Dia yang senantiasa membaktikan dirinya bagi nusa, bangsa, dan agama, meski tulang dan ototnya terasa nyeri karena ditimpa sakit.. Dia yang tak pernah merasakan empuknya kursi dan jabatan, meski dialah yang6 memperjuangkan tempat itu bagi mereka yang akhirnya duduk disana.. Dia yang hanya menyerahkahkan segala harap dan asanya kepada Allaah Tuhan Yang Maha Kuasa, meski keberanian dan kecerdasan adalah keunggulan dirinya.. Tak terasa menetes airmata saat menonton sosiodrama kolosal HUT TNI Ke-72 yang menceritakan tentang kisah dirinya.. Tertunduk diri ini saat membayangkan dia terbatuk sambil berkata: "Jangan sekali-sekali di antara tentara kita ada yang menyalahi janji dan menjadi penghianat nusa, bangsa, dan agama.".. Bergetar badan ini saat membayangkan ia berkata bahwa hanya ada 3 hal yang menjadi jimat keselamatan dirinya, yaitu: Selalu menjaga kesucian dengan ...

Tentang Islam yg ditulis politisi Jerman

Penulis 10 tesis yang mencengangkan tentang Islam ini adalah seorang politikus dari partai CDU (Kristen-Demokrat) yang pernah 18 tahun duduk di parlemen Jerman, namanya Jürgen Todenhöfer. Dia telah membaca seluruh isi Al Quran, lalu kemudian membaca ulang, mengamati dan berpikir. Todenhöfer lalu menulis sebuah buku bertajuk “Feinbild Islam – Zehn Thesen gegen Hass” (Potret Buruk Islam – Sepuluh Tesis Anti Kebencian”), yang terbit di akhir tahun 2011. Berikut ringkasan dari 10 Tesis yang mencengangkan tentang Islam yang ditulisnya 1. Barat Lebih “Brutal“ dari Dunia Islam Todenhöfer, dalam tesis pertama, mengingatkan fakta sejarah yang sering terlupa di dua abad terakhir. Barat jauh lebih brutal daripada dunia Muslim. Jutaan warga sipil Arab tewas sejak kolonialisme dimulai. Atas nama kolonialisasi, Prancis pernah membunuh lebih dari dua juta penduduk sipil di Aljazair, dalam kurun waktu 130 tahun. Atas nama kolonialisasi, ...

SIKAP PERTENGAHAN DAKWAH IKHWAN

(Tanggapan untuk Ustadz Syafiq Reza Basalamah) Oleh: Muhammad Zulifan Baru-baru ini ramai pernyataan Ust Dr. Syafiq Reza Basalamah, ustadz kondang Salafy yang menyebut ISIS lahir dari Jamaah Ikhwanul Muslimin (IM). Dalam ceramahnya yang disiarkan HanTV dan HangFM pada 18 Oktober 2016, ia menyatakan bahwa ISIS dulunya adalah Al-Qaidah. Sedang munculnya Al-Qaidah tidak jauh dari kelompok yang menjadi Ibu dari berbagai kelompok yakni Ikhwanul Muslimin. Sontak pernyataan tersebut mendapat banyak kecaman dari aktivis dakwah di tanah air. Bagi mereka, ikhwan adalah model moderasi dakwah yang melebur ke dalam sistem sosial budaya dan ketatanegaraan. Aktivis dakwah ikhwan senantiasa aktif dalam kegiatan sosial masyarakat hingga banyak yang menjadi anggota parlemen, gubernur dan walikota serta memiliki jariangan organisasi social paling luas. Tentu jauh dari kata ekstrim. Pernyataan ustadz Basalamah ini dinilai bernuansa politis sebab sudah beberapa lama sejak era Raja Abdullah berkuasa, Ar...

PERJALANAN MENCARI KEBENARAN

(tulisan inspiratif Eka Pratama Alumni Mesin ITB 2002. Bismillaahirrahmaanirrahiim… Saya bukan ustadz. Saya hanya seorang "truth seeker" yang suka menulis. Semoga Allah meluruskan niat saya menulis hanya karena Allah, dan bukan karena yang lain. Tulisan ini pun request dari seseorang (yang dekat) yang bertanya pada saya mengenai temannya, yang memiliki pertanyaan unik mengenai Al-Qur'an. Tentang mengapa ayat Al-Qur'an sering kali sulit dimengerti? Mengapa ayat-ayat nya seperti meloncat-loncat dan tidak tersusun secara sistematis? Bagaimana cara meraih maknanya dengan baik sehingga bisa diamalkan dalam kehidupan kita? Apakah ada pengaruhnya jika kita bisa berbahasa arab dalam mempelajari Al -Quran? Bukankah mampu berbahasa Arab pun belum menjamin seseorang bisa menjangkau makna Qur’an? Mendengar pertanyan-pertanyaan ini seperti dejavu. Teringat pertanyaan-pertanyaan saya sendiri beberapa tahun yang lalu, yang bahkan lebih liar dari ini. Tapi Alhamdulillah......