Posts

Harta, Tahta, Masjidil Aqsa

Setiap kupandang foto kubah emas Kubatusakhroh dan Masjid Jami' Alqibli, airmataku menderai.... Teringat Sekilas siroh nabi bersama sahabat berkiblatkan Baitul Maqdis selama 16-17 Bulan menghadapnya Teringat pula Kenangan indan nan manis dibenak nabi saat menjalani peristiwa isra dan mi'raj bertemu dengan Sang Maha Abadi menerima perintah sholat 5 waktu Kenapa kemuliaan nya yang tak kalah sebanding dengan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Makkah dan Madinah tak sanggup membebaskan dia dari penjajahan Zionis? Padahal hadistnya terpampang didepan hidung ummat Islam betapa kemuliaannya dan keutamaannya berturut turut sejajar dgn masjid yang selama ini jadi tujuan haji dan umroh muslimin sedunia Kenapa kita semua lalai dan lupa pada warisan khalifatul Rosul Umar Ibnul Khatab Lalai dan lupa jua pada peninggalan  Shalahuddin Al Ayubi sang Pembebas Kita semua tak pernah sedetikpun memikirkan pembebasannya? Kenapa kita tiba-tiba lemah sendiri  Duduk terkulai lemas ketika dia dinista...

Kabar apakah yang sampai padamu tentang Palestina?

Oleh Helvy Tiana Rosa Apakah sampai padamu berita tentang rumahrumah yang dihancurkan tanahtanah meratap berpindah tuan, bahkan manusia yang dibuldozer? Apakah sampai padamu berita tentang airmata yang tumpah dan menjelma minuman sehari-hari tentang jadwal makan yang hanya sehari sekali atau listrik yang menyala cuma empat jam sehari? Apakah sampai padamu berita tentang kanak-kanak yang tak lagi berbapak tentang ibu mereka yang diperkosa atau diseret ke penjara? Para balita yang menggenggam batu dengan dua tangan mungil mereka menghadang tentara Zionis Israel lalu tangan kaki mereka disayat dan dibuntungi Apakah sampai padamu berita tentang masjidil Aqsha di halamannya menggenang darah dan tubuhtubuh yang terbongkar Peluru yang berhamburan di udara menyanyikan lagu kematian menyayat nadi kekejaman yang melebihi fiksi dan semua film yang pernah kau tonton di bioskop dan televisi Kebiadaban yang mahanazi Tapi orangorang di negeriku masih saja mengernyitkan kening: “Palestina? Untuk apa m...

Palestina, Bagaimana Aku Bisa Melupakanmu

Oleh Taufik Ismail  Palestina , Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu Ketika rumah-rumahmu diruntuhkan bulldozer dengan suara gemuruh menderu, serasa pasir dan batu bata dinding kamar tidurku bertebaran di pekaranganku, meneteskan peluh merah dan mengepulkan debu yang berdarah. Ketika luasan perkebunan jerukmu dan pepohonan apelmu dilipat-lipat sebesar saputangan lalu di Tel Aviv dimasukkan dalam file lemari kantor agraria, serasa kebun kelapa dan pohon manggaku di kawasan khatulistiwa, yang dirampas mereka. Ketika kiblat pertama mereka gerek dan keroaki bagai kelakuan reptilia bawah tanah dan sepatu-sepatu serdadu menginjaki tumpuan kening kita semua, serasa runtuh lantai papan surau tempat aku waktu kecil belajar tajwid Al-Qur’an 40 tahun silam, di bawahnya ada kolam ikan yang air gunungnya bening kebiru-biruan kini ditetesi air mataku. Palestina , bagaimana bisa aku melupakanmu Ketika anak-anak kecil di Gaza belasan tahun bilangan umur mereka, menjawab laras baja dengan timpukan batu c...

AGAR HIDUP DIJAMIN ALLAH

Tentu kita ingin sekali hidup dalam Jaminan Allah. Kalau udah dijamin, apalagi yang menjamin itu Allah, kebayang ga gimana tenangnya hidup kita? Digaransi sama perusahaan asuransi aja kita udah “merasa tenang”, gimana kalau yang menjamin hidup kita penguasa dari segala penguasa? Perbaiki tauhid dan istiqomah adalah kunci meraih jaminan Allah. Tuhan kita, cukuplah Allah, jangan duit, mobil, kerjaan, perusahaan, jangan. Kalau butuh apa-apa, jangan ke manusia datengnya. Ke Allah. Setelah itu, jadikan sikap ini mengistiqomah dalam hidup kita. Terus kita jaga hingga ajal menjemput. Sekali lagi, syarat untuk mendapatkan perlindungan, penjagaan dan jaminan dari Allah SWT adalah nomor satu Siapa Tuhannya? Allah! Nomor dua kemudian kita Istiqomah. Engga miring kanan atau miring kiri, lempeng aja udah. Utang kita, Allah yang nanggung. Penyakit kita, Allah yang nyembuhin. Modal kita, Allah yang bisa nambahin. Pekerjaan kita, Allah yang bisa naikin. Dagangan kita, Allah yang bisa naikin. Don’t wor...

Mental Muhammadiyah

Oleh: Abdul Kohar  Dewan Redaksi Media Group. ANDAIKAN saja Kiai Haji Ahmad Dahlan masih hidup, barangkali dia akan terkesima melihat pesatnya laju Muhammadiyah, organisasi yang didirikannya 108 tahun lalu itu.  Cita-cita awal yang dicanangkan penghulu Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat itu saat mendirikan Persyarikatan pada 18 November 1912 cukup ‘sederhana’ dan hanya ada dua:  menyebarkan pengajaran Kanjeng Nabi Muhammad SAW kepada penduduk bumiputra di dalam Yogyakarta, dan memajukan hal agama Islam kepada anggota-anggotanya. Namun, pada perjalanannya, ternyata Muhammadiyah menemukan lahan yang subur untuk berkembang. Para pemuda pribumi yang mulai mengenyam pendidikan Barat dan kalangan priayi, menjadi salah satu kelompok penggerak proses dinamisasi. Eksklusivisme ‘kauman’, sebuah stempel yang melekat pada organisasi yang kini memiliki cabang di 34 provinsi dan 23 cabang istimewa di luar negeri itu, secara perlahan terus melumer. Kini, massa mereka yang berj...

Catatan Penutupan Rakorwil Partai Gelora ke-7

*Anis Matta pun terisak tangis* Sebuah pesan untuk kader Partai Gelora Indonesia dimanapun kalian berada  Seketika hening...., ruangan yang terisi 100 orang lebih di sebuah gedung kawasan elit Jakarta ini tetiba hening, tersisa getar pita suara, isak tangis kecil, dengan nada yang terbata, lalu ia terdiam tanpa kata, terpaku beberapa saat menahan tangis yang tak bersuara. Ia Anis Matta, belum pernah saya menyaksikannya serapuh itu.  Kami pun terbawa suasana haru, saya mulai berkaca, ada yang mulai tersedu tak bisa menahan tangisnya. Kami semua seperti menatapnya dengan tatapan kosong.  Adalah kata-kata Abu Bakar As Sidiq, yang membuatnya tak bisa menahan matanya yang memerah.  Kata yang mengguggah "Bagaimana mungkin aku bisa membiarkan, ajaran Islam berkurang 1 saja, sedangkan aku masih hidup" "kalaupun tidak ada satu orangpun yang berangkat melawan, maka aku satu-satunya yang akan melakukannya"  Kata-kata Abu Bakar, ia mengambil peran Pertanggungjawaban meski...

Sawo Tegalsari

forwars tulisan ringan tapi bagus. ttg misteri rumah joglo tua, pangeran dipenogoro dan pohon sawo by dahlan iskan ---- Sawo Tegalsari ........Tentu saja saya pernah ke Tegalsari, di selatan Ponorogo. Keluarga saya selalu bercerita tentang Tegalsari  –terutama tentang kehebatan Kiai Kasan Besari. Di Jawa, kata Arab ''Hasan'' –yang harus diucapkan sebagai huruf ''hak'' yang berat– menjadi Kasan yang bisa diucapkan dengan ringan. Buyut saya, yang secara Arab harusnya dipanggil Hasan Ulama (sungguh sulit mengucapkan `u itu bagi lidah Jawa), menjadi Kasan Ngulomo. Belakangan baru ditulis Hasan Ulama. .... Joglo itu memang sudah NYARIS jadi meja atau kursi –harus ditulis dengan huruf besar. Rumah joglo itu sudah dibongkar –karena sudah mau roboh. Sudah lebih 30 tahun tidak dihuni. Setelah dibongkar, kayu-kayunya ditumpuk: lama jadi tumpukan kayu yang nyaris dilupakan. Semua kayu jati tua. Keturunan Kasan Besari di Tegalsari menunggu saja: siapa tahu ada yang...

Uni Soviet

Oleh Anis Matta Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Hampir tidak terasa, hari ini adalah momen 30 tahun runtuhnya Uni Soviet, sebuah negara yang dianggap implementasi komunisme yang sempurna.  Uni Soviet adalah buah dari pergolakan politik yang panjang sejak 1917, khususnya Revolusi Oktober atau Revolusi Bolshevik yang dipimpin Vladimir Lenin dalam meruntuhkan monarki Rusia.  Awalnya, Uni Soviet adalah federasi dari beberapa republik Soviet, yakni Federasi Rusia, Federasi Transkaukasia, Ukraina dan yang sekarang disebut Belarus.  Berdiri pada 30 Desember 1922, Uni Soviet muncul sebagai negara raksasa dengan wilayah dari Eropa Timur hingga Asia Tengah, seperti Uzbekistan, Turkmenistan, dll.   Jika dihitung,  usianya hanya 69 tahun, tapi cukup untuk mengubah wajah dunia selama Perang Dingin.  Sistem komunisme menempatkan manusia sebagai objek dari proyek besar yang mereka beri nama pembebasan dari penindasan kapitalisme. Namun itu dijalankan dengan cara-c...

Akhiri 'Kerja Sepi

Anis Matta: Saatnya Kita Datang dan Menyapa Rakyat untuk Lakukan Perubahan*  JAKARTA - Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia mengikrarkan diri dan kesiapannya untuk memimpin perubahan menuju Indonesia lima besar dunia, setelah mendapatkan capaian luar biasa dalam pemenuhan postur struktur, kader, popularitas dan elektabilitas.  "Hari ini, malam hari ini (Kamis, 28 Oktober 2021), saya ingin menyatakan pada ulang tahun kita yang kedua. Ini adalah hari kesiapan, bahwa Partai Gelora Insya Allah, siap memimpin perubahan besar menuju Indonesia lima besar dunia," kata Anis Matta, Ketua Umum Partai Gelora Indonesia saat menyampaikan Pidato Milad ke-2 yang disiarkan secara langsung di Channel YouTube Gelora TV pada Kamis (28/10/2021) malam.  Menurut dia, seluruh fungsionaris Partai Gelora harus mengakhiri kerja sepi selama dua tahun ini, dan mulai mendatangi dan menyapa rakyat untuk menyerukan suatu perubahan besar.  "Tanda kesiapan kita itu, kita keluar dari mighrob ki...

Saatnya Keluar Dari Mihrab

Tiada berubah, gestur dan mimik yang memancarkan energi semangat itu. Selalu menghadirkan ruahan kekuatan jiwa untuk terus bangkit dan optimis, menghasilkan sebuah keyakinan. Dan di penghujung malam, 28 Oktober kemarin, kembali jiwa ini dibangkitkan, oleh Ketua Umum, Bapak Anis Matta. - - - - - - - - Kolaborasi Bersama Menuju Indonesia 5 Besar Dunia .... Gelombang adalah energi, dan rakyat adalah pelaku. Tiuplah anginnya, agar riak berubah menjadi gelombang. Kini saatnya kita keluar dari mihrab. Para pembawa obor keyakinan dan determinasi. Di tengah kegamangan, Gelora membawa misi perubahan. Rakyat sedang dalam penantian, di saat situasi ketakpastian. Rakyat menanti kekuatan semangat baru yang memimpin perubahan. Dan Gelora nantinya harus bisa mewujudkan harapan rakyat Indonesia. Di tengah kondisi penuh tekanan, justru tekananlah yang menciptakan gelombang. Saatnya kita keluar meniupkan angin. Agar riak berubah menjadi gelombang, menuju Indonesia 5 besar dunia... Selamat HUT ke 2 Gelor...

WALI ALLAH

oleh: aunur rafiq saleh tamhid أَلا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” (QS. Yunus: 62-63) Arti “Wali” Secara Bahasa Kata “wali”  (اَلْوَلِيُّ ) dalam bahasa Arab punya banyak makna dan pecahan kata. Diantaranya berarti “dekat”. Kata “wali” dengan arti dekat disebutkan dalam firman Allah: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قَاتِلُوا الَّذِينَ يَلُونَكُمْ مِنَ الْكُفَّارِ “Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar (dekat) kamu  itu…” (QS. at-Taubah: 123) • Berdasarkan arti bahasa ini, wali Allah adalah hamba yang dekat dengan Allah dan dicintai-Nya karena berbagai ibadah dan ketaatan yang dilakukannya. • Kata “wali” juga berarti muwalat  ) مُوَالَاةُ ) berkesinambungan dan berturut-turut. Y...

Kejatuhan Partai Partai Islam Ikhwanul Muslimin di Dunia.

Maksimal masa jabatan Erdogan hanya bisa sampai 2028, jika 2023 nanti kembali terpilih sebagai presiden dalam periode kedua dalam sistem konstitusi baru. Turki dibawah beliau mampu menjadi salah satu kekuatan utama dunia dalam berbagai bidang, yang dicapai hanya dalam waktu yang terhitung singkat. 19thn. Turki sekarang bukan hanya sebagai kiblat GeoPolitik dunia Islam internasional, tapi juga menjadi game changer di kawasan juga dunia. Disaat banyak partai Islam haluan konservatif roboh di berbagai negara, AKP yang didirikan Erdogan dengan narasi besar yang dibawa 19tahun lalu sekarang berbuah manis. Hampir semua partai Islam konservatif di dunia Islam saat ini hancur hancuran. Terakhir kekalahan partai keadilan di Maroko yang sangat menyedihkan. Partai keadilan Mesir, partai keadilan Maroko,  Yaman, Libya, dst. Semua perolehan suara mereka hancur hancuran. Tidak dapat dipungkiri, bahwa partai AKP Turki berbeda jauh dengan partai partai Islam konservatif di dunia Islam pada umumnya...

Afghanistan Kini

Sambutan Abdullah Baradar Pemimpin Pemerintah Afganistan Dari Taliban Dalam Kongres IATA Didepan Para  Pejabat dan Pengusaha Saudi Arabia Dan Utusan IATA.  Tanpa tedeng aling2, tanpa basa-basi dengan tegas mengatakan bahwa : *negara kami ingin berdaulat penuh, bersyariat penuh yang memberi ketentraman pada rakyatnya, memberi kenyamanan pada rakyatnya, memberi kedamaian pada rakyatnya, memberi perlindungan dan keamanan pada rakyatnya*  Bebas menjalankan muamalah dan ibadahnya sesuai prinsip ahli Sunnah wal Jamaah mengikuti 4 madzhab Hanafi Maliki Syafi'i Hambali bertauhid atas Maturidi wa Asy'ari.  Di negara kami yang bermadzhab Hanafi 60%, Syafi'i 25% Maliki 6%  Hambali 6% yang 3% belum jelas tapi akan di anjurkan untuk bermadzhab salah satu 4. Negara kami sedang berjuang membuka persahabatan dengan semua negara tak terkecuali termasuk israel yang penting tidak membawa faham ke negara kami.  Agama kami Islam yang *Rohmatan lil Aalamiin* karena Rohmatal Lil ...