Posts

Airmata keinsyafan by The Zikr

Airmata keinsyafan Yang mengalir di malam sepi Inilah dia pelembut jiwa Bagi mendapat kasih Illahi Rintihan di pertiga malam Dari seorang hamba yang dhoif Kerna mengenang segala dosa Moga mendapat keampunan dari Illahi Setiap kekasih Allah Menempuhi jalan ini Untuk mereka memiliki kejayaan Ayuh bersama kita susuri Perjalanan kekasih Allah Agar kita tiada rugi Dalam meniti hidup ini Deraian airmata ini Titisan yang paling berharga Buat menimba api neraka Moga selamat di titian siroth Bahagia menuju Syurga abadi

Antara dua cinta by raihan

Apa yang ada jarang disyukuri Apa yang tiada sering dirisaukan Nikmat yang dikecap baru kan terasa bila hilang Apa yang diburu timbul rasa jemu Bila sudah di dalam genggaman Dunia ibarat air laut Diminum hanya menambah haus Nafsu bagaikan fatamorgana Di padang pasir Panas yang membahang disangka air Dunia dan nafsu bagai bayang-bayang Dilihat ada ditangkap hilang Tuhan.. leraikanlah dunia Yang mendiam di dalam hatiku Kerana di situ tidak ku mampu Mengumpul dua cinta Hanya cintaMu ku harap tumbuh Dibajai bangkai dunia yang kubunuh

Mengemis Kasih by Raihan

Tuhan dulu pernah aku menagih simpati Kepada manusia yang alpa jua buta Lalu terheretlah aku dilorong gelisah Luka hati yang berdarah kini jadi parah Semalam sudah sampai kepenghujungnya Kisah seribu duka ku harap sudah berlalu Tak ingin lagi kuulangi kembali Gerak dosa yang menhiris hati Tuhan dosa itu menggunung Tapi rahmat-Mu melangit luas Harga selautan syukurku Hanyalah setitis nikmat-Mu di bumi Tuhan walau taubat sering kumungkir Namun pengampunan-Mu tak pernah bertepi Bila selangkah kurapat pada-Mu Seribu langkah Kau rapat padaku

Surat Buat Mama di hari lahirku...

Halo mama, apa kabar...ingin melepas rindu tapi tak tahu harus kemana... Masih terasa sepi hati saya ketika melintas dirumah sakit tempat mama dirawat dulu, rongga dada saya seperti membuncah meledak tak tahan mengenang perih yang tertancap diulu hati saat saya tahu mama jatuh dirumah dan tak ada seorang pun yang menolong, bodohnya saya maa...atau entah memang itu jalannya, spt yang hary katakan demi Alloh dan Rosul-Nya saya bener2x pergi menginap dirumah teman untuk mengaji, mengulang-ulang pelajaran agama untuk bekal hary dimasa mendatang. Mama...saya masih rindu dengan kucing-kucing kita dulu..sekarang tak satupun kucing bisa hary pelihara mungkin suatu saat nanti hary akan pelihara kucing lagi maa, untuk mengingat saat-saat indah bersama mama dimana saat itu kita bisa tertawa bersama-sama melihat tingkah laku kucing-kucing kita yang lucu-lucu dan selalu punya keistimewaan masing-masing. Mama jika boleh hary berharap, jika mama hari ini masih hidup mungkin sayalah orang yang bi...

Cerita Cinta - Mario Teguh

Detak jantung terus berlantun, langkah kaki tetap terpadu Dalam lembaran penuh warna kehidupan angan yang terpendam kan terwujud Cita-cita yang tinggi kan tergapai dengan usaha serta keriangan dan kesungguhan Itulah arti dari mencintai diri sendiri Jika kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendoakannya Walaupun dia tidak berada di sisi kita Tuhan memberikan kita dua buah kaki untuk berjalan Dua tangan untuk memegang Dua telinga untuk mendengar Dan dua mata untuk melihat Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati kepada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping hati lagi kepada seseorang untuk kita mencarinya Itulah cinta… Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kita masih mau mencoba Jangan sesekali menyerah jika kita masih merasa sanggup Jangan sesekali mengatakan kita tidak mencintainya lagi jika kita masih tidak dapat melupakan Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan Walaupun mereka telah dikecewakan Kepada mereka yang masih percaya...

Kasi ringan beban dipundakku yaa Robbi....

Image
Terukir indah didalam Al Qur'an betapa bodohnya manusia, merasa sanggup diberi amanah oleh Sang Khalik. Dan kini aku semakin tahu apa arti amanah dan tanggung jawab itu semua. Didalam benakku, kini hari demi hari yang kujalani tak pernah sepi dari segala rasa resiko...seakan-akan mengajarkan aku arti menjadi seorang khalifah. Dan kini semuanya bermula, dimana segala pertanyaan butuh jawaban dari otak dan hatiku...jawaban yang tak hanya perlu ditanggung jawabi di atas dunia ini, tapi sampai akhirat kelak. Sehingga ketika aku hendak memutuskan suatu perkara, maka terbayanglah ribuan jalan sejarah bergegas menuju takdirnya, entah itu tentang nasib anak istri seorang teman, tentang nasib seorang penghianat yang tega melukaiku, atau tentang seekor kucing yang meminta sepotong daging didepan kamarku. Aku merasa penuh kuasa atas takdir-takdir mereka, karena dari semua keputusanku yang ditakdirkan Tuhan untuk aku ucapkan menjadi kenyataan hidup pada diri mereka...alangkah sombongnya aku......

Surat untukmu Nabi

Image
Assalamu'alaikum yaaa Rasulullah... Salam bagimu wahai baginda yang mulia Engkau mungkin tak pernah mengenalku...karena beribu jarak antara kita Ya Rasul mulia... Tapi aku cukup mengenalmu wahai nabii yang kusanjung selalu... Ingin kukabarkan padamu wahai Rasulullah betapa aku merindukan melihat wajahmu...dan bertegur sapa denganmu...entah apa rasanya bisa berjumpa dengan mu walau hanya dalam mimpi Seperti dirimu yang pernah aku lihat sekali dalam mimpiku, dulu sekali..saat semua waktu masih bermula dan aku masih belia.... Yaa Rasululullah ijinkan aku berkirim kabar dengan mu lewat tulisan ini... Kini ummatmu tengah terlunta-lunta wahai nabi... Diterjang gempa zaman yang memaksa mereka untuk lupa pada Robb kita dan tentunya dengan semua petuah-petuahmu... Tak ada yang dapat menolong kami wahai nabi...benar tiada yang dapat menolong kami kecuali ketika kami berpegang kepada 2 warisan mu yang sangat berharga itu...Qur'an dan hadist dari mu... Wahai nabi yang begitu mencintai umma...

Ramadhan...engkau datang lagi kasihku....

Image
Ramadhan...engkau datang lagi kasihku.... Sematkan semangat ibadah dalam kealpaanku terhadap Tuhanku... Aku runtuh disini...dikaki langit bumi yang mendesakku untuk tidak berbuat dosa... Sungguh aku tidak tenang menjalani hidupku kini...tanpa kenyataan yang pasti bahwa aku dalam selimut ridho Illahi... Dan memang aku tak pernah sempurna mengabdi pada Robbku...selalu saja ada ambisi pribadi disana dan tak pernah ikhlas mendulang hidup hanya untuk memenuhi hak-hak Robbul izzati.. Aku mulai muak dengan semua titik hijrahku..selalu saja perahu yang berlayar itu aku bolongi geladaknya demi nafsuku Apakah yang sedang terjadi pada diriku wahai Robb? Apakah ini pertanda akhir dunia ku atau justru gunung yang akan berhasil aku lompati... Robb...sediakan kolam mandiku dalam Ramadhan ini... Agar aku bisa mandi sepuasnya dan membersihkan dosa-dosa karatku yang mulai membusuk... Aku tak pernah merasa jaya dan menang atas duniaku hanya saja aku tak pernah sanggup berucap bahwa hanya Engkau saja tuju...

Bungkam...

Jujur saja, aku telah jauh melangkah dari ini semua, dari segala cita-cita iman yang pernah aku idamkan, dari setiap hidayah yang tetap ada walaupun sedikit. Aku mengingkari segala keluguanku kini, yang ada hanya sombongnya langkah. Entah mulai dari mana untuk merestart semangatku, entahlah Aku sudah mulai melupakan masa kecilku, melupakan asalku yang berangkat dari kesendirian optimisme. Bahkan aku lupa dengan jiwa yang dulu begitu peka melihat setiap fenomena, mungkin ini akibat idealisme yang dulu kukubur dibelakang rumahku sesaat hendak berangkat meraih dunia. Semua berjalan cepat sekali dan tiba-tiba aku melihat rambut putih yang tumbuh dekat pelipisku. Dan aku mentertawakan itu semua. Seakan memang tak ada lagi sosok yang bisa aku teladani untuk benar menghadapi kesalnya hati. Cermin yang dulu aku lihat kini berubah menjadi sosok yang mati hati.

Milenium yang beranjak Pulang

Jagad ini mungkin sudah tua, sesuai dengan peradaban yang disandangnya. Aku bermimpi melihat cakrawala yang membiru diufuk sana, tapi tak tau apa artinya. Aku baru merancang hidup dengan segala suka dukanya. Menuju kefanaan yang berarti kematian. Semua merasa akan hidup selamanya demikian juga aku. Di jagad yang semua orang hidup ini, aku merasa tidak sendiri, berteman malaikat maut yang setiap saat mengintai langkah-langkahku. Masih saja orang-orang berjalan menuju kuburnya masing-masing demikian juga aku. Entah dijagad mana aku mati dan yang kutahu pasti kembali menuju kampung halaman yang sejati...akhirat. Aku masih punya seribu harapan dan mimpi, dan salah satunya berdiri diujung cincin saturnus yang bergerak perlahan. Aku tahu persis itu pasti terjadi, tapi mungkin tidak dengan raga kasar ini, mungkin dengan nyawa yang tak pernah bisa diam dan selalu dinamis ini, tidak. Mungkin tidak dengan dunia yang hingar bingar ini....tidak. Mungkin disunyinya laut dalam yang bergerak perlahan...

Sekali Hidup

"Jika hidup hanya sekali...lalu pahala seorang syahid sungguh merupakan janji dari Robb yang tak pernah ingkar janji...lalu mengapa kita masih saja disini...disesaki kemaksiatan dan kelemahan hati untuk membela setiap jengkal kehormatan ummat Muhammad dari penghinaan kaum kuffar...lalu mengapa kita masih saja disini..berkumpul dirumah-rumah dan bermanja-manja dengan anak-anak istri kita...sedangkan akhirat itu kekal abadi....." Beberapa tahun yang lalu aku sempat punya cita-cita berhaji dan tak pulang-pulang karena langsung pergi ke negeri para mullah untuk menggadaikan diriku dihadapan Robb yang Maha Agung... Tapi kini rasanya semakin jauh dan jauh...cita-cita itu sepertinya tak kan pernah kuraih...karena mempersiapkan diri sebaik mungkin adalah modal utamanya, kini aku bukan tidak sedang menyiapkan apa-apa malah semakin tenggelam dengan semua hubuddunnya...aku lelah berharap menjadi pilihannya untuk bisa syahid. Dan mungkin cita-cita itu hanya bisa dimiliki oleh seorang akt...

Inilah aku wahai Robb...

Wahai Robb...tak ada lagi asaku untuk tetap berada dalam hidayahMu... Tak satupun yang membuat ku pasti untuk bisa yakin dapat menginjakkan kaki disyurgaMu.. Hamba merasa lemah berhadapan dengan hawa nafsu ini... Robb...ijinkan aku mengumpulkan kembali semua pengharapanku padaMu Dimana hati telah bercampur antara harap dan cemas... Inilah aku wahai Robb... Dengan permasalahan hidup yang aku bawa kehadapanMu... Yang tak pernah berhasil aku hadapi sendiri tanpa bantuan dan pertolonganMu semata Tiada gerak tangan dan langkah kaki gegasku merebut hidayahMu kecuali kau ijinkan dia dapat bergegas...secepat mungkin menjemput pahala dan rejeki Inilah aku wahai Robb Dengan segala dosa-dosa yang kubawa kehadapanMu... untuk Kau ampuni sau-satu Untuk Kau bukakan pintu maghfirohMu seluas ciptaan Mu atas langit dan bumi diluar keleluasaan pikiranku yang terbatas dan sempit ini... Beri aku kesempatan Wahai Robb untuk menjadi lebih berarti bagi orang-orang yang aku cintai... Beri waktu bagiku wahai Ro...

Pahlawan kesorean

Apa yang kalian lakukan dengan draft undang-undang itu...? Apakah pernah terbersit undang-undang yang banyak berpengaruh pada hajad hidup orang banyak itu telah membuat kita terkunci dengan intervensi asing... Berapa banyak BUMN yang sahamnya kalian serahkan kepada asing, sehingga ketika rakyat indonesia mempunyai hajad atas sumber daya tersebut harus membayar mahal...mahal sekali. Apa yang kalian lakukan dimeja-meja parlemen? tentu bukan hanya menorehkan paraf didaftar hadir untuk mengambil honor kehadiran kan? Atau membaca sekilas draft undang-undang untuk kemudian menyetujuinya tanpa kwatir konsekwensinya buat rakyat kita dimasa yang akan datang... Apa kalian hanya cari aman? Apa yang kalian pikirkan? Buntukah otak kalian gara-gara gaji dan tunjangan menjadi anggota parlemen... Terlalu besarkan gaji kalian sehingga sulit dan bingung bagaimana menghabiskannya? Hanya itukah yang kalian pikirkan dimeja-meja parlemen....tanda-tangan, membubuhkan paraf setuju dan oke didekat nomor halama...

Go Home bro...

Aku sedikit merasa lega, ketika kutahu ada angin baik yang akan membawaku kembali pada jalan yang membuatku begitu nyaman.... Jalan yang selama ini begitu jauh aku tinggalkan disana...dibalik gunung benak, dikedalaman samudra hati bernama hidayah.... Betapa sesaknya dada ketika kita tahu bahwa kita telah jauh sekali berbelok kekiri...entah kejalan yang bernama apa... Gelap yang memburu menuju kenyamanan palsu bernama "tenang" atau Lorong yang bertuliskan buntu menuju ego... Lagi-lagi masalah istiqommah dan keimanan, kesempurnaan ibadah dan hal akhirat yang tak pernah selesai untuk digapai... Lagi-lagi masalah akhirat dan bagaimana membuat Tuhan kita begitu bahagia melihat kita berada dalam rel keabadian cintaNya... Tidak seperti bintang gemintang yang selalu berjalan didalam orbitnya, planet-planet diluar angkasa sana yang begitu patuh pada kodrat penciptaannya...semenjak dia hadir mungkin tak pernah kufur nikmat dengan cara melarikan diri dari orbitnya atau jika dia melakuka...

Bondan ft 2black-Bumi Ke Langit

Image
yeah... from the sea to the sky... i see reflection... check it out... everybody c'mon.. teori simple tak sekompleks teori darwin tapi tak gampang sperti coba menangkap angin contoh... standar manusia tapi standar yang mana? karna semua ingin lebih dari sebelumnya jika satu tambah satu sama dengan dua knpa hitunganku slalu saja tidak sama... mungkin saja karna faktor x atau mungkin manusia slalu ikuti teks terkadang anak panahku melesat jauh terkadang ku tangguh lalu kemudian jatuh aku coba bangkit meskipun sulit kecepatan penuh dari bumi ke langit reff: ku coba untuk bangkit... bumi ke langit meski terasa sulit... dari bumi ke langit terbang melayang... bumi ke langit dari bumi ke langit... dari bumi ke langit u... u... u... can see me when i drop... rise again... i rise again to the top!!! sperti ku turunkan kepala diatas debu saat bertemuNya walau jarang lima waktu mungkin ku rasa apa yang kau rasakan... dan mungkin kau tau rasanya bila tertekan sering ku bertingkah seperti char...