Posts

Sang Pembebas

Aku anak manusia yang dilahirkan merdeka, Tumpah darahku adalah seluruh bumi Alloh yang ditakdirkan kami menjadi khalifahnya.. Negeriku adalah negeri-negeri yang semua nama Alloh banyak disebut di pagi hari, siang, sore, malam bahkan ketika subuh menjelang Saudara saudara sebangsaku adalah seluruh kaum muslimin yang masih mengucap syahadat, meng-agungkan Robb semesta alam, dan bernabi terakhir Muhammad ibnu Abdullah...mewarisi Al Qur'an mulia dan meniru semua sunnah nabiyullah... Teman-temanku adalah para ulama zuhud dan semua mujahid Islam yang ikhlas berjuang hingga tegaknya Kalimatullah..hingga diburu diseluruh padang pasir, negeri-negeri tropis, bersalju dan negeri-negeri yang menganggap mereka teroris dan dituduh sekretarian berakhlaq bar-bar oleh musuh-musuhnya.. Negeriku bukanlah negeri yang terkotak-kotak dalam bangsa-bangsa berbataskan demografi, dan aku bukanlah anak bangsa yang ber-ideologikan paham buatan manusia... Jiwaku didekap dalam lingkungan yang membuatku...

Professing Faith

Image
Aku menjadi saksi perjalanan ummat ini, sejak tersadarkan belasan tahun yang lalu, sejak menuntut ilmu dibangku SMA sampai saat ini, aku masih memiliki ideologi pergerakan, ideologi perlawanan terhadap semua hal yang mendzolimi ummat Islam sampai hari ini. Bermula dari pengajian yang digelar ekstra kulikuler Majelis Ta'lim SMAN 31 dimana kakak-kakak alumniku membukakan mataku bahwa aku adalah bagian dari perjalanan besar ummat Islam, aku bukan segelintir manusia yang tanpa arti, hanya lahir, sekolah, kuliah, bekerja, menikah, tua dan mati. Bergabung dengan jama'ah dakwah, membuka kesadaran anak-anak muda generasiku bahwa Islam itu mulia, dan kita adalah bagian yang akan dan telah dititipi amanah oleh Rosulullah SAW untuk memuliakan Islam dengan dakwah dan jihad serta kesungguhan kita menjalani hidup dalam keridhoan-Nya. Beraqidah dan berideologi harakah, mengambil jalan Robbani dalam berperilaku dan berakhlaq Islam meniru dan membumikan sunnah-sunnah Rosul semampu kita, d...

Kapan Kita Jumpa, Yaa Robb?

ya Allah ya Robbana,kapan kita berjumpa.. aku rindu semua yg Kau janjikan untukku sejak Kau lepas aku ke tulang sulbi ayahku,kemudian lahir dari rahim ibuku, Kau selalu mendampingiku Melewati hari2 dihidupku yg penuh bahagia dan kegembiraan, Kau juga tak pernah jauh dariku disaat aku sedang menjalani ujian2 hidup yg asalnya pun dari Mu ya Robb aku merindukan pertemuan kita,sudilah kiranya aku menatap wajah Mu yg selama ini aku rindukan Bersusah payah diriku dibelantara dunia menggapai segala karunia dari Mu, ridho Mu kuburu sampai jatuh bangun, Kutapaki langkahku hanya ingin agar Kau senang dan tersenyum padaku nanti saat kita jumpa Robbi jangan kau palingkan wajahMu saat aku bersuka cita menatapMu, Karena maksiat2 dan dosa yg pernah kukerjakan,aku hanya manusia biasa yg tak maksum spt kekasihMu Muhammad bin Abdillah, Aku jg bukan makhluk Mu yg begitu suci layaknya malaikat2 Mu yg selalu sujud di ujung arasyMu Robb,aku lah makhluk terlemah yg mengiba maghfirah Mu, Aku berpasrah karena ...

"Di Sini Kita Memulai di Al-Aqsha Kita Berjumpa"

Image
Pengurus DDII, Magelang, Jawa Tengah, ustadz Fuad Al Hazimi memaparkan bahwa musuh-musuh Islam terutama Yahudi dan Nasrani akan senantiasa berambisi menguasai umat Islam. Maka sangat tepat jika empat belas abad yang lalu, sahabat Amr bin Ash telah mengingatkan kaum Muslimin. واعلموا أنكم في رباط إلي يوم القيامة لكثرة الأعداء حولكم وتشوف قلوبهم إليكم وإلي داركم “Ketahuilah bahwa kalian saat ini kalian sedang berada dalam ribath hingga hari kiamat karena banyaknya musuh yang menegapung kalian dan karena besarnya ambisi di hati mereka untuk menguasai kalian dan negeri kalian” Ustadz Fuad Al Hazimi menegaskan, bahwa dalam pelajaran sejarah pun para penjajah mengemban 3 misi untuk menguasai Indonesia. “Dalam pelajaran sejarah pun kita tahu, bahwa Gold, Gospel and Glory . Gold, kuasai emasnya maksudnya kekayaan alamnya. Glory, kuasai mereka baik itu demi kejayaan kerajaan atau apa pun. Gospel, misi suci kristenisasi,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam kuliah shubuh di masjid jami’ Al-Uk...

Mengenang Pembantaian Shabra dan Syatila

Image
Pembantaian Shabra dan Syatila terjadi pada September 1982, di Beirut, Lebanon, yang saat itu diduduki oleh Israel. Pembantaian ini dilakukan oleh para milisi Kristen Maronit Lebanon atas para pengungsi Palestina di kamp-kamp pengungsi Shabra dan Syatila. Pasukan-pasukan Maronit berada langsung di bawah komando Elie Hobeika yang belakangan menjadi anggota parlemen Lebanon, dan pada tahun 1990-an juga menjadi seorang menteri di kabinet Lebanon. Sepanjang peristiwa ini, kamp-kamp ini dikepung oleh tentara-tentara Israel, dan para milisi itu dikirim oleh Israel untuk mencari anggota-anggota PLO. Sejauh mana Israel bersalah dalam pembantaian ini banyak diperdebatkan, dan Israel menyangkal bahwa pihaknya bertanggungjawab langsung. Namun temuan-temuan membuktikan bahwa orang-orang Israel, antara lain Ariel Sharon, secara tidak langsung bertanggungjawab. Latar Belakang Sejak 1975 hingga 1990, Lebanon terlibat dalam perang saudara antara kelompok-kelompok yang bersaingan, dan didukung ole...

As Syahid Sayyid Qutb - sblm menuju tiang gantungan yang disediakan rezim mesir untuk mengantarkannya ke syurga

“Telunjuk yang bersyahadah setiap kali dalam solat menegaskan bahwa Tiada Ilah yang disembah dengan sesungguhnya melainkan Allah dan Muhamad adalah Rasulullah, dan aku takkan menulis satu perkataan yang hina. Jika aku dipenjara karena kebenaran aku redha. Jika aku dipenjara secara batil, aku tidak akan menuntut rahmat daripada kebatilan. ” 101 Tahun Kelahiran Sayyid Qutb: Telunjuk yang Bersyahadah Dalam Setiap Solat Ini… Seratus satu tahun berlalu setelah kelahiran salah satu tokoh Islam Sayyid Qutb. Tokoh kelahiran 9 Oktober 1906 itu adalah penulis kitab monumental “Fii Zhilaal Al-Qur`an”, “Ma’aalim fi Thariiq” dan “Al-Mustaqbal li Haadzaa Ad Diin”. Tiga buku itu semuanya sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Malaysia dan Indonesia oleh sejumlah penerbit. Dan ketiga buku itu juga mendapat pasar yang luas di kalangan Muslim Dunia. Memang ada perdebatan tentang metode berfikir Sayyid Qutb dalam tulisan-tulisannya yang tegas menyatakan kejahiliyahan masyarakat modern terkait keharusan h...

Sayyid Quthb, Bapak Terorisme Kontemporer?

Image
“Sayyid Quthb, sebuah nama legendaris di kalangan aktivis pergerakan Islam. Namanya dipuji kaum pergerakan Islam di seluruh dunia, dari yang moderat seperti Ikhwanul Muslimin di Mesir, PKS, dan kelompok-kelompok Islam lainnya di Indonesia, sampai kalangan gerakan Islam radikal, seperti Al Jihad, Jamaah Islamiyah (Mesir), serta Al Qaidah, dan kelompok-kelompok lokal yang berafiliasi dengannya. Sebaliknya, oleh kalangan penguasa sekuler, media massa, dan peneliti Barat, Sayyid Quthb mendapat stempel buruk. Ia dijuluki sebagai ‘Ideolog Gerakan Radikal Islam’, ‘Bapak Islam Fundamentalis’, bahkan ‘Guru Para Teroris’. Sebutan itu dilekatkan kuat pada Sayyid karena tokoh-tokoh radikal Islam menjadikan tulisan-tulisan Sayyid sebagai inspirasi gerakan mereka, yang umumnya memilih jalur kekerasan bersenjata.” Demikian paragraf awal pengantar penerbit Khatulistiwa Press dalam buku “Benarkah Ia Guru Para Teroris?” yang diterbitkan pada bulan Januari 2012 lalu. Buku dengan judul asli S...

Antara Mujahid Suriah dan Mujahid Nusantara

Di sana ada Basyar Al Assad dan rakyat Suriah yang dizhaliminya. Persatuan ulama dari seluruh dunia, yang diketuai oleh Syaikh Prof. Dr. Yusuf Al Qaradhawi, telah sepakat mengutuk Basyar Al Assad dan mengeluarkan fatwa agar mendukung perjuangan rakyat Suriah yang dizhalimi oleh Basyar Al Assad. Syaikh Prof. Dr. Yusuf Al Qaradhawi yakin bahwa kemenangan akan diperoleh rakyat Suriah. Beliau berjanji akan turun shalat Jum’at dan berkhutbah di Damaskus ketika peristiwa bersejarah ini menjadi kenyataan. Rabithah Ulama Suriah juga mendukung ketetapan dan keputusan ulama sedunia tersebut. Ulama Al Azhar Mesir lebih awal lagi memiliki pendirian jalur keras ke atas Basyar Al Assad agar rakyat Suriah dilindungi dari kejahatannya. Terdengar pula suara-suara yang meminta agar tidak mendukung rakyat Suriah yang bangkit menentang Basyar Al Assad karena mereka didalangi oleh Amerika dan sekutunya Israel. Di sebagian negara, rakyat yang bangkit menentang ini dikatakan ‘pemberontak’. Sedang di seluruh ...

Islam is My Way Of Life : Islam dan Kristen di Mata Craig Abdurrohim Owensby

Warga kota sejuk Chiang Mai, Thailand, yang hadir memenuhi sebuah gereja besar itu kira-kira 3.000 orang. Pembicaranya pendeta muda yang jauh-jauh datang dari Amerika bernama Craig Owensby. Retorika dan penampilannya mempesona. Orang berteriak-teriak, menangis histeris ketika mendengarnya berdoa, sambil melambai-lambaikan tangan. “Padahal, di dalam hati saya sedang berkecamuk perasaan aneh. Ya Tuhan, orang-orang ini mendengarkan sesuatu yang saya sendiri sudah semakin tidak percaya,” Craig mengenang kejadian tahun 1992 itu. Dalam perjalanan missi yang sama, mobil van yang ditumpangi rombongan Craig dan pendeta lainnya berhenti di sebuah desa kecil. Sementara mengisi bensin, salah satu kawannya memasuki warung kelontong. Penjaganya seorang gadis Thai dan ayahnya, agamanya Budha. Percakapan terjadi. Sejurus kemudian, si Kawan keluar dari warung, dan minta agar Craig dan yang lain mendoakan gadis itu, karena ia mau memeluk Kristen asalkan ayahnya yang keras juga ikut. Setelah mere...